Skip to main content

Posts

Featured Post

Tri Pusat Pendidikan : Konsep Lama Yang Terlupakan

Pendidikan selalu dianggap sebagai hal yang sangat penting. Tapi, ketika kita membicarakan pendidikan, seringkali yang terlintas dalam pikiran adalah sekolah dan guru. Itu wajar, karena selama ini kita diajarkan bahwa pendidikan adalah urusan yang ada di dalam kelas. Guru menjadi tokoh utama yang mengarahkan, mengajar, dan mendidik anak-anak. Namun, di balik itu semua, kita sering lupa pada konsep yang lebih luas yang diperkenalkan oleh Ki Hajar Dewantara, yaitu Tri Pusat Pendidikan. Kita lebih mengenal istilah Trilogi Pendidikan, yang memang sangat terkenal dan sangat baik dalam menggambarkan peran guru di dunia pendidikan, namun kita kadang kurang memperhatikan bahwa pendidikan sebenarnya merupakan tanggung jawab tiga pihak utama: keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan Itu Tanggung Jawab Bersama Pernahkah Anda berpikir bahwa pendidikan itu bukan hanya tanggung jawab guru saja? Sebagian besar orang tua mungkin merasa sudah cukup dengan menyekolahkan anak mereka, tetapi lupa bah...
Recent posts

Dari Mitos Ke Logika, Perjalanan Kesadaran Melalui Pendidikan

Pendidikan sejatinya bukan sekadar proses transfer ilmu, apalagi hanya tentang memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, pendidikan adalah upaya membangun cara berpikir yang rasional, kritis, dan logis. Dalam perjalanannya, pendidikan mengajak manusia untuk memahami dunia bukan hanya melalui cerita dan kepercayaan turun-temurun, tetapi juga melalui pemikiran yang jernih dan berbasis pengetahuan.  Pada masa lalu, banyak aturan sosial dan kebiasaan dijaga melalui pendekatan kultural yang berbasis mitos atau kepercayaan mistis. Contohnya, larangan menebang pohon besar di hutan karena dianggap angker, atau ajaran untuk tidak berkata kasar kepada orang tua karena diyakini akan membawa kutukan atau kuwalat. Nilai-nilai ini sesungguhnya memiliki muatan moral dan fungsi sosial yang positif, namun disampaikan melalui cara yang bersifat simbolik dan menakut-nakuti.  Kini, dengan semakin terbukanya akses terhadap pendidikan, cara pandang masyarakat terhadap berbagai hal mulai berubah. K...

Islam yang Saya Tahu

Sudah sekian lama saya ingin menulis topik tentang "Islam yang saya tahu" ini, tapi baru saat ini Tuhan takdirkan saya bisa meluapkannya. Pertama saya ingin memberikan sebuah opening information bahwa saya lahir dari keluarga Islam, ya meskipun keluarga saya juga tidak memahami syariat Islam secara mendalam paling tidak saya diajari prinsip-prinsip untuk jujur, hemat, tidak sombong, belajar keras, bekerja keras yang saya yakini semuanya adalah bagian dari nilai-nilai Islam. Saya mulai mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar sejak tahun 2000-an dengan sebagian teman yang non muslim, saya tidak pernah melakukan syariat Islam seperti Sholat atau puasa Ramadhan dulunya. Saya juga tidak pernah mengaji secara intensif, pernah sih tapi cuma sebentar karena tempat mengajinya sudah tidak buka lagi hehe. Itu membuat saya jangankan bisa membaca Alquran, membaca Alif, Ba', ta' pun masih belum sampai ya'. Hingga saya memutuskan untuk mengaji di masjid Warusiji saat itu masih Mus...